Rachmat Yasin

Tanpa ada kepercayaan masyarakat, sangat sulit bagi PPP untuk menghadapi Pemilu 2014 dengan dinamika politiknya yang sangat tinggi. Sebab itu PPP harus dapat menghadapi dinamikanya. “Faktanya, dari pemilu ke pemilu suara PPP terus menurun. Jika kita lengah dan tidak berbuat apa-apa, maka cepat atau lambat PPP akan kehilangan eksistensinya,” ungkap Rahmat Yasin, ketua terpilih pada Muswil DPW PPP Jawa Barat kepada Media PenaPersatuan di Cirebon beberapa waktu lalu.

Barometer eksistensi parpol adalah kepercayaan rakyat. Tanpa itu semua sesungguhnya sebuah parpol tengah berjalan menuju kematiannya. Untuk itu, Rahmat Yasin berkomitmen untuk dapat merebut hati rakyat Jawa Barat yang mayoritas pemeluk Islam.

“Seharusnya PPP dapat mendulang suara yang signifikan di Jawa Barat karena penduduknya yang mayoritas pemeluk Islam. Jika PPP bisa memenangkan suara di provinsi ini, maka PPP juga bisa meraih suara signifikan di tingkat nasional mengingat besarnya jumlah pemilih di Jawa Barat. Untuk itu PPP Jawa Barat harus lebih jeli melihat konstelasi politik dan harus dimanifestasikan dalam strategi PPP kedepan,” katanya.

“Sebagai pemimpin tertinggi PPP di Provinsi Jawa Barat, saya ingin fokus pada masalah pembenahan internal partai sambil terus melakukan konsolidasi tanpa melupakan fungsi partai politik sebagai sarana pembelajaran politik kepada masyarakat luas. Saya pikir sangat sulit memfungsikan partai tanpa adanya soliditas kinerja di dalam partai itu sendiri,” jelas Rahmat Yasin.

Dalam mengangkat citra PPP ke depan, Rahmat Yasin mengaku telah memiliki strategi yang dinilainya efektif. Salah satunya mengintensifkan networking dan komunikasi kepada masyarakat dari semua lapisan usia dan profesi. Ini guna membangun image sebagai partai modern, partai gaul, namun tidak meninggalkan nilai ideologi keislamannya. “Sudah saatnya image miring dan ekslusivitas PPP dikikis habis agar diminati oleh semua lapisan masyarakat. Ini membutuhkan network dan komunikasi yang jelas,” tutur Rahmat Yasin.

Namun untuk mewujudkannya PPP butuh kader-kader potensial dari tingkat Ranting hingga ke atasnya. Rahmat Yasin mengakui tidak semua kader PPP memiliki potensi yang sama. Untuk itu, harus dilakukan distribusi kemampuan atau sharing potensi agar terjadi kerjasama dan saling mengisi di antara kader.

Sebagai pimpinan tertinggi PPP di Jawa Barat, kiranya Kang Rahmat sudah cukup bulat bertekad mengimplementasikan apa yang menjadi agenda kerjanya sembari menerapkan strategi politik lainnya guna mengembalikan kejayaan PPP di Jawa Barat serta menjawab tantangan parliamentary threshold 5% jika nanti jadi dilaksanakan.

van/mak/wan