Okky Asokawati

“Nasib buruk yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negara-negara Asia seperti Malaysia dan Timur Tengah  mengundang keprihatinan di hati Okky Asokawati. Sebagai legislator komisi IX, Okky mengaku ingin fokus membela hak-hak TKI yang terenggut.dan sejauh mana pembelaan pemerintah terhadap pahlawan devisa di negeri ini,”tutur politisi mantan foto model itu,saat di temui oleh  wartawati Pena Persatuan “Saya ingin menjewer agen-agen TKI yang tidak bertanggungjawab terhadap nasib TKI kita di negara orang,” ujarnya di ruang kerjanya.

Politisi perempuan dari PPP itu juga menyoroti masalah ibu, kesehatan, pengawasan makanan, obat, dan kosmetik terlebih dengan marak ditemukan kandungan bakteri yang bernama Enterobacter Sakazakii pada susu formula

“Disini kami dan anggota komisi IX masih menanti temuan terkini yang sebenarnya, dan perlu dijelaskan kepada masyarakat luas tentang pencegahan bahayanya,” ujar Okky.

Bakteri Enterobacter sakazakii dikatakan mudah mati jika dipanaskan pada suhu 70 derajat Celcius. Bila diaduk dengan air mendidih maka dalam 15 detik, bakteri itu mati. Susu tercemar bakteri tersebut karena adanya proses bakterisasi saat produksi. Lalu, jika kaleng terbuka maka bisa terjadi pencemaran. Selanjutnya pada saat penyiapan. Bisa saja botol dan lainnya juga telah tercemar.

Okky juga menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan tidak menganjurkan bayi kurang dari enam bulan mengkonsumsi susu formula. Pemerintah juga melarang pembagian susu formula gratis di rumah sakit, jika para ibu-ibu lalai dalam memberikan susu pada sang bayi tentunya bakteri itu berbahaya bagi bayi yang berumur kurang dari dua hari, memiliki berat badan di bawah rata-rata dan prematur.

Kasus itu bakteri pada susu formula ini bermula ketika para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya kontaminasi Enterobacter sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar tahun 2003 hingga 2006. Namun, IPB tidak bersedia menyebutkan merek susu yang dimaksud.dan jika ini memang terjadi dan ditemukan bukti yang riil, tentunya nanti komisi IX DPR RI akan memanggil kementerian kesehatan dan BPPOM tentunya.

Ning