Dedy Kurnyawan Sekretaris DPC PPP Jakarta Barat

“Jika ada istilah revolusi memakan anaknya sendiri, maka itulah yang terjadi di PPP, karena yang membuka kran keterbukaan pada waktu itu adalah PPP,dengan semangat pembaharuannya di era orde baru lalu di populerkan oleh para mahasiswa dengan kata Reformasi

Dedy Kurnyawan mengatakan, kalau saat ini PPP mampu tetap bertahan di dalam perpolitikan di Tanah-Air, maka itu merupakan hal yang luar biasa. Sebab pada tahun 1999 para pengamat politik meramalkan PPP akan hancur mengingat elemen-elemen ormas Islam yang mendukung PPP satu persatu hengkang dan mendirikan partai sendiri. Dan kita yakin dan mampu utk merubah cara pandang para pengamat politik tersebut.

Menanggapi krisis kepemimpinan di tubuh PPP, Dedy Kurnyawan  mengatakan, bergulirnya era reformasi sejak tahun 1998 lalu secara tidak langsung mengakibatkan terjadinya perubahan geopolitik di Tanah-Air. Menghadapi Pemilu yg akan datang r, masyarakat pendukung PPP saat ini haruslah memiliki sikap atas nilai-nilai perjuangan PPP dan ada rasa memiliki oleh segenap fungsionarinya. ”

Disisi lain, kata Dedy Kurnyawan, juga terjadi perubahan cara pandang di dalam diri pendukung PPP dari perjuangan amar ma’ruf kepada konsumerisme, hedonisme, dan pragmatisme. Sehingga harus dirubah cara pandang yg obyektif uuntuk rasa memiliki, karena enam landasan perjuangan PPP idealnya bukan hanya utk di hafal atau tercantum di tubuh PPP sendiri, tetapi harus bisa direalisasikan seobyektif mungkin secara rutinitas.

Dan saat ini PPP sudah identik dengan sebutan Partai Pengawal Aqidah Ummat Islam, karena ada beberapa rekomendasi di setiap muswil-muswil merekomendasikan di bubarkannya Ahmadiyah,bahkan langsung statemenn dari ketua umum DPP PPP Drs.H.Suryadarma Ali,Msc sekaligus menteri Agama di kabinet Indonesia Bersatu, dengan lantang dan lugas mempreser pembubaran Ahmadiyah atau Ahmadiyah mendirikan agama tersendiri, langka konkret PPP telah menjadi bukti nyata bahwa PPP memang Partainya Pengawal Aqidah Ummat.

“Itu bedanya antara PPP dengan partai Islam lain seperti PKS. Kalau PKS merupakan partai yang dibentuk perorangan (kader), sedangkan PPP adalah ormas-ormas,bahkan bisa dikatakan PPP adalah Rumah Besar Ummat Islam Indonesia.ucap Dedy Kurnyawan berapi-api

Menanggapi kesiapan PPP Jakarta Barat dalam menghadapi Pemilu 2014 mendatang, Dedy Kurnyawan selaku sekretaris DPC PPP Jakarta Barat mengaku dirinya optimis dengan kedewasaan kader-kader muda yg potensial di Jakarta Barat,  PPP Jakarta Barat tidak akan cemas terhadap capaian PPP dalam menghadapi parliamentary threshold (PT) 5 persen.

Motivasi untuk rasa memiliki partai berlambang Ka’bah ini harus terus dikobarkan,kalau istilah Gubernur DKI Jakarta ”Kampung Kite kalo Bukan kite yang jaga siapa lagi,” ujarnya.

Ditanya sejauhmana kesiapan finansial PPP Jakarta Barat menghadapi 20014, Dedy  secara tegas mengaku bahwa semua kesulitan ada solusinya dan manusia hanya berusaha tapi Allah SWT yg menentukan,jika pengamat mengatakan PPP akan hilang di pemilu yang akan datang nantinya,berarti para pengamat itu melebihi dari segala yang maha tahu.Naudzubillahi min dzalik.. ,” kata dia.
Ke depan selain kekuatan infrastruktur partai yg harus kuat dan dibuat mengakar hingga pelosok tingkat terkecil komunitasmasyarakat di jajarta Barat,DPC  PPP Jakarta Barat  akan melakukan beberapa hal, diantaranya:

  1. Mengorbit kader potensial untuk menjadi tokoh besar dan mampu mengatrol partai.
  2. Memilih pemimpin yg paham anatomi PPP sebagai partai Islam.
  3. Memberdayakan sayap2 partai sebagai lembaga pengkaderan partai agar terbangun kader yg militan dan potensial. sayap jgn hanya digunakan pada saat ada event2 tertentu.
  4. Menguatkan basis dg pola mendekati mesjid dan komunitas2 islam yg dl pernah dilakukan PPP, dengan semangat memiliki dan dimiliki .
  5. Meeting Commitment, harus dibiasakan mulai dari struktural  hingga ke setiap individu agar area infra struktur PPP Jakarta Barat memiliki garis komando dalam setiap program kegiatannya dalam merekrut dan mempertahankan pencitraannya sebagai Partai Pemersatu Ummat Islam

Jika pepatah menyatakan,”Rumah adalah tempat hatimu berada.”Tanyakan pada dirimu sendiri, di mana rumah dan hatimu berada? Ini tentunya akan kita populerkan lewat media rekrutmen terhadap kader-kader muda PPP yg tidak pernah lelah untuk terus berkecimpung dan beraktivitas di Partai Warisan para Ulama ini.

 

Sys