Ade Munawaroh, SH

Sejak Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berdiri pada tahun 1973, provinsi Jawa Barat dikenal sebagai pemberi kontribusi suara yang signifikan buat PPP. Menjadi sangat wajar jika kemudian PPP dituntut untuk memberi kontribusi balik kepada masyarakat Jawa Barat melalui kebijaksanan politiknya. Untuk mewujudkan keterkaitan tersebut, maka PPP membutuhkan kader-kader potensialnya PPP duduk pada jabatan politik, baik di pemerintahan maupun pada organisasi internal PPP sendiri. Demikian seperti diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kab. Bogor , Hj. Ade Komariyah, SH, kepada Media Pena Persatuan saat acara Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Hotel Zamrud, Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Menurut Hj. Ade, sosok pemimpin seperti itu ada para diri Rahmat Yasin. Alasannya, karena kinerja Rahmat Yasin dalam membangun kepercayaan konstituen sudah terbukti pada Pilkada Kab. Bogor beberapa tahun lalu. “Meski Kabupaten Bogor bukan basis PPP. Kang Rahmat bisa memenangkan Pilkada”, ucapnya.

Hj. Ade juga menegaskan bahwa Rahmat Yasin adalah kader terbaik di Kabupaten Bogor bahkan Jawa Barat. Terbukti dari banyaknya dukungan kepada beliau untuk memimpin PPP di wilayah Jawa Barat.  “Kang Rahmat memiliki visi dan misi yang jelas untuk partai kedepan. Saya tahu persis siapa Kang Rahmat Yasin,” katanya.

Keyakinan Ketua DPC PPP Kab. Bogor ini terhadap sosok Rahmat Yasin untuk memimpin PPP di Provinsi Jawa Barat, memang bukan secara subyektif. Dari sisi pengalaman di partai maupun di pemerintahan Rahmat Yasin memang sudah dikenal cukup mumpuni. “Beliau dipercaya memimpin DPC PPP kabupaten Bogor selama dua periode dan sekarang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Bogor dengan prestasi yang cukup dibanggakan. Dengan terpilihnya beliau pada saat pilkada,adalah prestasi tersendiri buat PPP. Ini fakta dan realitas, bukan harapan,” jelas Hj. Ade.

Mengenai merosotnya suara PPP di Jawa Barat, Hj. Ade mengatakan, bahwa hal tersebut tidak terjadi hanya di Jawa Barat saja, tapi memang terjadi penurunan dalam skala Nasional. Oleh karena itu ia mengingatkan tidak perlu mencari siapa yang salah, tapi seharusnya hal tesebut bisa dijadikan bahan introspeksi internal partai.

Dikatakannya, bahwa momen Muswil PPP Jawa Barat ini adalah momentum penting untuk introspeksi dan evaluasi guna memperbaiki kinerja partai ke depan. Karenanya, sambung Hj. Ade, yang terpenting saat ini adalah bagaimana menyelaraskan keinginan dan tekad dari seluruh instrumen PPP yang ada di Jawa Barat untuk bersama-sama menjadikan PPP sebagai partai yang dapat di percaya masyarakat sebagai wadah aspirasi demokrasinya.