Mantan pejabat intelijen negara yang juga pernah menjabat wakil ketua umum Partai Gerindra, Muchdi Purwopranjono akhirnya meyakinkan publik bukan sekadar ‘lompat’ ke Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, tapi juga optimistis bisa menjadi ketua umum PPP periode berikutnya.

Hal ini terlihat ketika Muchdi menghadiri musyawarah wilayah PPP DKI Jakarta di Twin Hotel, hari ini. Muchdi meyakinkan publik bahwa ia akan tetap maju di Muktamar PPP mendatang.

Menurut mantan pejabat intelijen yang pernah terjerat kasus pembunuhan aktivis HAM Munir ini, keinginannya memimpin PPP adalah untuk membesarkan partai Islam berlambang Ka’bah ini.

“Sejak tahun 1997, suara PPP terus merosot. Saya ingin membesarkan dan mengabdikan sisa hidup saya ini,” begitulah penegasan Muchdi kepada wartawan.

Secara organisatoris, majunya Muchdi memang masih terganjal Ad/Art partai yang mengharuskan calon menjabat di kepengurusan selama lima tahun. Namun, Muchdi tetap percaya diri bisa lolos. Karena menurutnya, semua itu tergantung Muktamar.

Sejauh ini, sudah empat calon yang masuk dalam bursa calon ketua umum PPP. Yaitu, Suryadharma Ali yang saat ini menjabat ketua umum PPP, Ahmad Muqowam yang saat ini sebagai anggota Fraksi PPP DPR RI, Muchdi PR, dan Jimly Ashiddiqie.

Hadir dalam musyawarah wilayah ketujuh PPP DKI Jakarta ini antara lain Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan sejumlah anggota Fraksi PPP DPR RI. mh