Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta, menghimbau dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar hari ini, Sabtu (26/3/2011) PPP bukan hanya sibuk memikirkan figur pemimpin saja tetapi lebih kepada antisipasi penurunan suara.
Jumlah perolehan suara PPP DKI Jakarta dari Pemilu 1999 sampai 2009 terus mengalami penurunan, hal tersebut menurut Ketua Umum DPW PPP Matnor Tindoan perlu diantisipasi secepatnya.
Peroleh suara PPP di DKI Jakarta terus menurun. Hal ini tentu saja menimbulkan pesimisme. Selain itu UU Pemilu saat ini yang tidak menguntungkan PPP.
“Jadi dalam musyawarah ini bukan hanya figur pimpinan saja yang dibicarakan, tetapi subtansi dari musayawarah wilayah ini adalah bagaimana kita membangun proses konsolidasi demi perbaikan partai,” jelas Matnor dalam sambutannya pada pembukaan Muswil DPW PPP DKI Jakarta di Hotel Twin Plaza, Jakarta.

Menurutnya subtansi dari Muswil PPP kali ini adalah bagaimana menyingkirkan rasa pesimis kader-kader PPP. “Dengan syarat oleh PPP dikelola dan manage dengan baik kita bisa meningkirkan pesimisme itu,” imbuhnya.
Menurutnya hiruk pikuk kepemimpinan saat ini dimana digiring ke sana sini, itu merupakanbagian dari demokrasi. “Tetapi hiruk pikuk tersebut itu bukan hanya untuk memperebutkan kekuasaan semata,” ujarnya.

Foke Merasa Dibantu PPP Saat Jalankan Pemerintahan

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang akrab dipanggil Foke merasa bahwa selama dirinya memimpin DKI Jakarta dalam mengelola pemerintahan banyak dibantu Partai berlambang Ka’bah.
Hal tersebut diutarakannya ketika memberikan sambutan dalam Musyawarah Wilayah DPW PPP DKI Jakarta yang diselenggarakan di Hotel Twin Jakarta Barat.
“Saya selama ini selalu mendapat dukungan dari PPP, bukan saat Pilkada saja, tapi juga saat menjalankan roda pemerintahan, Fraksi PPP selalu membantu kelancaran pemerintahan,” kata Foke di hadapan ketua umum DPP PPP Suryadharma Ali.
Dalam Muswil PPP DKI Jakarta yang diadakan di Hotel Twin, sejumlah pimpinan teras Partai PPP turut hadir dalam acara tersebut, Suryadharma Ali, Romahurmuziy, Ahmad Yani, dan sejumlah kader PPP yang duduk di DPR RI.

tribunnews.com