Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka ruang selebar-lebarnya kepada kader-kader baru PPP untuk memimpin partai berlambang ka’bah tersebut.
Hal tersebut diungkapkannya dalam rangka meningkatkan kembali perolehan suara partainya di 2014 mendatang.
“Di dalam konsolidasi para petinggi PPP saya minta juga untuk terbuka dengan Sumber Daya Manusia baru,” kata Suryadharma di Hotel Twin, Jakarta Barat, Sabtu (26/3/2011).
Menurutnya PPP perlu terbula secara selektif untuk kader-kader baru. “Kita perlu kader-kader baru yang punya semangat juang yang kuat, memmiliki komitmen kuat terhadap islam dan NKRI, berilah ruang pada kader-kader baru,” ungkap Suryadharma.

Ia mengingatka kepada kadernya saat pembukaan Muswil PPP DKI Jakarta, untuk mendongkrak jumlah suara di 2014, semua kader harus berkumpu dan mempersiapkan secara mental untuk bertarung dalam Pemilu 2014.

Indonesia Salah Memaknai Demokrasi

Suryadharma Ali juga mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan demokrasi Indonesia saat ini. Menurutnya demokrasi sekarang banyak disalah artikan sehingga demonstrasi-demonstrasi yang memacetkan jalan di Jakarta dianggap sebagai bagian dari demokrasi.
“Saya tidak sependapat dengan demokrasi Indonesia, dimana demokrasi dinilai dengan sebatas mampu macetkan jalan-jalan di Jakarta saja,” kata Suryadharma di Hotel Twin Jakarta Barat, Sabtu (26/3/2011).
Demonstrasi yang mengatasnamakan demokrasi yang mengakibatkan kemacetan, dinilai Suryadharma merupakan demokrasi yang tidak menghormati hak asasi orang lain.
“Itu merupakan demokrasi yang tidak menghormati hak-hak asasi orang lain. Demokrasi tidak bs diukur ban yang dibakar, pintu gerbang yang rubuh, kalau yang seperti itu disebutnya anarkis,” jelas Suryadharma.
Lanjutnya dalam melaksanakan demokrasi harus tetap menjaga sopan santun, untuk itu menurutnya PPP harus bisa menjaga moral dan tidak boleh ditinggalkan. Sehingga peran kader PPP dalam pembangunan yang harus dikedepankan.
“Kita harus bersatu membangun Jakarta ini, yang terpenting saat ini kader PPP tidak boleh jadi penonton. Kader PPP harus jadi aktor terdepan dalam proses pembangunan,” ajaknya.